THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

"my banner"

welcome to my site

hello guys!!! welcome to my site, the other world in your mind, different with your real world. You can share your story in here, make your days, brightness than yesterday, and you`ll find many thing, which make your imagine can come true. Like a rainbow, colorfull, atractive, wonderfull, amazing, fantastic, brilliant, terrific, adventourous, and certainly, you will smiley always.

                                            ..::Ganbatte!!!::..

naruto picture

Minggu, 10 Mei 2009

yuk review fil jameela dan Sang Presiden

Dari dunia perfilman tanah air, sebuah film dengan judul Jamila dan Sang Presiden akan dirilis pada 30 April mendatang. Film produksi Satu Merah Panggung dan MVP Pictures ini menyodorkan cerita yang berangkat dari kisah kehidupan nyata dan sangat menyayat hati. Dalam polesan sinematografi, film ini mencoba mengupas kisah tragis kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan manusia, khususnya perempuan di bawah umur, untuk dijadikan budak seks akibat kemiskinan.

Dalam film besutan sutradara Ratna Sarumpaet ini, ada beberapa aktor beken seperti Christine Hakim, Marcelino Lefrand, Surya Saputra, Ria Irawan, Dwi Sasono dan Atiqah Hasiholan, Eva Celia Lesmana. Proses syuting tidak terlalu lama, hanya 37 hari.

Film yang diangkat dari drama panggung berjudul Pelacur dan Sang Presiden ini, penuh dibumbui intrik dan drama yang menegangkan seputar kekerasan, pelecehan terhadap perempuan, serta perselingkuhan pejabat dengan wanita penggoda bernama Jamila yang diperankan putri Ratna Sarumpaet sendiri, Atiqah Hasiholan.

“Jamila adalah korban pelecehan seksual. Perempuan yang oleh bapaknya sendiri dianggap punya nilai, bisa menghasilkan uang, makanya dijual. Itu kan pelecehan juga. Dia juga akhirnya jadi korban pemerkosaan karena Jamila kan masih kecil juga, dianggap gampang dan nggak melawan,” jelas perempuan yang sejak kecil sudah menjajal panggung teater ini.

“Masih banyak kasus seperti ini dimana, dengan alasan kemiskinan, anak yang sebetulnya merupakan buah hati setiap keluarga, diserahkan pada mucikari untuk kemudian diperdagangkan seperti barang! Itulah yang mau coba diangkat, bagaimana sih sebenarnya nasib mereka?” kata Marcelino.

Memerankan tokoh pelacur diakui Atiqah memang cukup berat. Antisipasi yang ia lakukan adalah dengan membaca buku tentang cerita tadi, nonton filmnya hingga observasi langsung ke tempat prostitusi.

“Observasi dengan pergi ke tempat dimana ada pekerja ‘itu’ di daerah ‘itu’, he he he. Aku ajak beberapa teman. Di sana, aku ajak mereka ngobrol, tanya jawab, diskusi. Aku baca buku juga, lumayan banyaklah.
Kerja sama juga dengan sebuah LSM yang khusus menangani perdagangan anak dan nonton film-film tentang prostitusi atau sejenisnya. Sedikit sulit karena biasanya mereka punya latar belakang berbeda dan kompleks!” ucap Atiqah.

Bagi Marcelino dan Surya, masalah prostitusi dan kekerasan terhadap perempuan, serta perdagangan perempuan di Indonesia sudah dalam taraf memprihatinkan. “Human trafficking sudah sangat memprihatinkan. Harus sesegera mungkin diambil langkah untuk menghilangkan semua ini. Semoga pemerintah ada satu action yang jelas setelah menyaksikan film ini,” harap Surya.
(www.annekayess-online,com)

0 komentar:

Entri Populer

Total Tayangan Halaman

Liputan6 - Aktual Tajam dan Terpercaya: RSS 0.92

national geographic

CNN

BBC

discovery channel

top people

beauty tips

smiley

yahoo mail